Selasa, 29 Oktober 2013

PUISI

Senandang layur
Senandang layur berkembang.
Bersyair dilahan padang.
Sejenak berangan dan melayang.
Meski tak berujung dengan selayang.
Ingin hati berangan – angan
Dan memulainya membayangkan
Ketika saat terucapkan
Hati ini terasa tertembakkan.
Bimbang saat – saat menerimanya
Bimbang juga saat menolaknya.

 Cinta Bersayap
Cinta biarkan semua ini terbiasa.
Dengan sapaan yang sementara.
walau tak tersedia dan terlewatkan.
Biarkan terlena dan terbujukkan.
Oleh risalah-risalah cinta.
Dalam semua sandiwaranya.
Walau terandai dalam sekelip mata.
Pesan-pesan berterbang diangkasa.
Dengan ikatan palsu bertahta.
Sampai terpuruk dan berakar dalam hati.
Dan terlarutkan dalam Khalifah-khalifah hati.

INGAT ALLAH
Terbentang jalan yang panjang.
Melenahkan setiap perjalanan.
Dengan segala cobaan menantang.
Jika tak kuat akan terlemparkan.
Makin larut makin petang.
Semakin singkat perjalanan.
Jangan melupa pada yang halig.
Jika mau terselamatkan.

CINTA TERBIAR
Cinta biarkan semua ini terbiasa.
Dengan sapaan yang sementara.
walau tak tersedia dan terlewatkan.
Biarkan terlena dan terbujukkan.
Oleh risalah-risalah cinta.
Dalam semua sandiwaranya.
Walau terandai dalam sekelip mata.
Pesan-pesan berterbang diangkasa.
Dengan ikatan palsu bertahta.
Sampai terpuruk dan berakar dalam hati.
Dan terlarutkan dalam Khalifah-khalifah hati


MENYAMBUT MIMPI
semilir hembusan angin.
membius ketangguhan mata.
mengiring kita ketempat keabadian.
Dan segera melemahkan mata.
Menyambut mimpi2 indah.
"duhai pujaan hati terlelaplah".

Lebaran
 Tebing tinggi dapat didaki.
Dendam dihati bisa dijajaki.
Saatnya Hari raya Idul fitri.
Bersihkan hati ini.
Dari amarah dan dengki.
Dengan silahturahmi.
Saling berjabat tangan dengan tulus hati.
Minal Aizin Wal Faizin.
Mohon maaf lahir dan batin.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar