Makna wazan
"
فَعَّلَ "
يُنْقَلُ الثُّلَاثِى الْمُجَرَّدُ اِلَى وَزْنِ " فَعَلَ " بِزِ
ياَدَةِ التَّضْعِيْفِ
Makna wazan ” فَعَّلَ “ (dengan tambahan tasydid pada ain fi’ilnya)
untuk menunjuk faidah atau arti sebagai berikut :
1 لِلتَّعْدِيَةِ نَحْوُ فَرَّحَ
زَيْدٌ عَمْرًا فَإِنَّ مُجَرَّدَهُ لاَزِمٌ
.
1.Untuk menunjukkan
arti ta’diyyah ( menjdaikan fi’il lazim menjadi fi’il muta’)
Contohnya:فَرَّ حَ زَ يْدٌ عَمْرًا )zaid membahagiakan amer ) karena fi’il tsulatsi mujaarrodnya فَرَّحَ itu lazim. Seperti dalam contoh :فَرَّ حَ زَيْدٌ (amer gembira ).
Contohnya:فَرَّ حَ زَ يْدٌ عَمْرًا )zaid membahagiakan amer ) karena fi’il tsulatsi mujaarrodnya فَرَّحَ itu lazim. Seperti dalam contoh :فَرَّ حَ زَيْدٌ (amer gembira ).
2. وَلِلدِّلاَلَةِ عَلَى التَّكْثِيْرِ نَحْوُ قَطَّعَ زَيْدٌ اَلْحَبْلَ اَىْ
جَعَلَهُ قَطْعًا كَثِيْرًا
2.Untuk menunjukkan
arti memperbanyakkan pekerjaan
Contohnya :قَطْعَ زَ يْدٌ اَلْحَبْلَ ( Zaid memotong – motong tampar ) yakni Zaid menjadikan tampar terpotong – potong menjadi banyak.
Contohnya :قَطْعَ زَ يْدٌ اَلْحَبْلَ ( Zaid memotong – motong tampar ) yakni Zaid menjadikan tampar terpotong – potong menjadi banyak.
3. وَلِنِسْبَةِ الْمَفْعُوْلِ اِلِى اَصْلِ الْفِعْلِ نَحْوُ كَفَّرَ زَيْدٌ
عَمْرًا اَىْ نَسَبَهُ اِلَى اْلكُفْرِ
3.Menunjukkan arti
bahwa fail menghukumi maf’ul dengan asalnya fi’il atau fail menamai maf’ul
dengan asalnya fi’il.
Contoh : كَفَّرَ زَيْدٌ عَمْرًا
( Zaid
menghufurkan / menganggap kufur pada amer ) yakni , Zaid menganggap amer /
menghukumi amer kufur. Asal fi’il dalam contoh ini adalah ( kufur ).
4. وَلِسَلْبِ أَصْلِ الْفِعْلِ مِنَ الْمَفْعُوْلِ نَحْوُ قَشَّرَ زَيْدٌ الرُّ
مَانَ اى نَزَعَ قَشَّرَهُ
4.Untuk menujukan arti menhilangkan asal
fi’il dari maf’ul.
Contoh : قَشَّرَ زَيْدٌ اَلرُّمَا نَ اَيْ نَزَ عَ قَشَرُ ه ( Zaid menguliti buah delima ) yakni, Zaid mengupas kulit delima . Asal fi’il dalam contoh ini adalah (kulit).
Contoh : قَشَّرَ زَيْدٌ اَلرُّمَا نَ اَيْ نَزَ عَ قَشَرُ ه ( Zaid menguliti buah delima ) yakni, Zaid mengupas kulit delima . Asal fi’il dalam contoh ini adalah (kulit).
5. وَلاِتَخَا ذِ الْفِعْلِ مِنَ اْلأِسْمِ نَحْوُ خَيَّمَ الْقَوْمُ اَىْ
ضَرَبُوْا الْخِيَامَ
5.Menujukkkan arti
mencetakkalimat fi’il dari isim, yang mana pencetakan ini menujukkan arti
membuat atau mendirikan.
Contoh : خَيَّمَ الْقَوْمُ اَىْ ضَرَ بُوا اَلْخِيَا مَ (kaum mendirikan/ membuat tenda )
Contoh : خَيَّمَ الْقَوْمُ اَىْ ضَرَ بُوا اَلْخِيَا مَ (kaum mendirikan/ membuat tenda )
Catatan :
Asal fi’il yaitu : suatu lafadz yang
menjadi bahan dari fi’il, adakalahnya berupa masdar seperti asal fi’ilnya كَفَرَ yaitu كُفْرٌ

Tidak ada komentar:
Posting Komentar