Selasa, 29 Oktober 2013

Pantai Klayar

 
Pacitan adalah salah satu daerah yang ada diprovinsi Jawa Timur sebelah selatan perbatasan dengan Jawa Tengah.Tepatnya terletak di Pantai Selatan Pulau Jawa dan berbatasan dengan Propinsi Jawa Tengah dan daerah Istimewa Yogyakarta merupakan pintu gerbang bagian barat dari Jawa Timur dengan kondisi fisik pegunungan kapur selatan yang membujur dari gunung kidul ke Kabupaten Trenggalek menghadap ke Samudera Indonesia.DiPacitan terdapat macam – macam pantai salah satunya adalah Pantai Klayar yang terletak didesa kecamatan Donorejo Kabupaten Pacitan 35 km kearah barat dari kota. Pantai Klayar dapat di capai sekitar 60 menit dari kota pacitan.
Disitu saya pertama kalinya ditawarkan panorama pantai yang indah dan alami. Dari segi tebing – tebing yang menjadi dinding penepi pantai, Ombak yang menari dengan indah dan menantang sampai pernah ada yang pernah surfing, bebatuan Spinx, bebatuan yang ornamennya mirip patung Spinx yang ada diMesir. Bebatuan seruling yaitu dimana ada cela bebatuan yang terhempaskan air laut dari bawah keatas terlalu kerasnya sehingga terdengar seperti seruling.Dan saya juga bisa lihat ombak yang tingginya ± 3 meter dengan posisi yang aman.Ada juga fenomena 3 macam pasir ( Pasir putih lembut, Pasir Putih agak kasar dan Pasir hitam lembut ).
Dan kata orang yang pernah berkunjung kepantai tersebut kebanyakan pantai ini adalah tanah Lotnya pulau Jawa.Dan tidak kalah pentingnya juga, ternyata warga disekitar Pantai Klayar konon dulunya terkenal sebagai tempat tinggal para selir raja khususnya raja Jawa.Buktinya sekarang masih banyak perempuan – perempuan cantik yang masih bertebaran didesa tersebut.
Yang jelas ketika saya berkunjung dipantai tersebut tidak habis – habisnya bersyukur kepada Allah SWT yang telah mencurahkan dan menganugerahkan indra pengelihatan dan indra perasa sehingga saya bisa menikmati anugerah yang begitu indah dan alami.
***************************************************** 

Pacitan is one area that is diprovinsi south border of East Java with centarl java.Exactly located on the South Coast of Java Island and bordering Central Java and Yogyakarta area is the gateway to the western part of East Java with the physical condition of the limestone mountains south longitudinal of mountain sounth regency to Terri overlooking the ocean there Indonesia.Pacitan of wide - wide beaches one of which is located Klayar beach village Donorejo Pacitan district 35 km south-west of the city . Klayar beach can be reached about 60 minutes from the city pacitan .
I was there the first time offered a beautiful panorama of the beach and the natural . In terms of the cliff - a cliff wall penepi beach , The waves are dancing with a beautiful and challenging to ever exist ever surf , rocks Spinx , sculptural ornament rocks existing Spinx in Egypt . Rocks where the flute is no blemish terhempaskan rocks from below and above sea water is too hard to sound like seruling.And I can also see waves of ± 3 meters height with position aman.Ada phenomenon also 3 kinds of sand ( white sand is soft , white sand rather rough and soft black sand ) .
And the people who 've been the most to beach this beach is the land of lot Jawa.And island no less importance , turns around citizen Klayar Beach reputedly was once famous as the residence of the king's concubines Jawa.The proof particular king is still a lot of women - beautiful women who the village is still scattered .
Clear when I visit the coast do not run out - endless thankful to God who has poured and confers sensory vision and sense of taste so I can enjoy the grace that is so beautiful and natural .

Climbing

ROCK CLIMBING
A. Macam – Macam Batuan
Beberapa batuan yang sering dijumpai yang terutama lokasi dimana sering dijadikan ajang pemanjatan di Indonesia.
1. Batuan Beku- Andersit,berwarna hitam keabu-abuan massif dan kompak
- Lava Andersit,seperti andersit dan biasanya dijumpai lubang-lubang kecil bekas keluarnya gas dan dijumpai dengan kesan berlapis
- Breksi lava,menyerupai batu breksi pada umumnya
- Granit,berwarna terang dengan warna dasar putih
2. Batuan Sedimen
- Batu Gamping,berwarna putih kekuningan,kompak,banyak dijumpai retakan atau lubang,dan biasanya berlapis.
- Breksi Sedimen,seperti halnya breksi lava tapi batu ini biasanya berupa batu pasir.
3. Batu Metamorf
Hampir sama dengan batu gamping tapi disini sudah mengalami rekristalisasi dan warnanya sangat beragam.
B. Etika Panjat Tebing
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam etika panjat tebing adalah sebagai berikut :
- Menghormati adat istiadat dan kebiasaan masyarakat setempat.
- Menjaga kelestarian alam.
- Merintis jalur baru.
- Memanjat jalur bernama.
- Pemberian nama jalur.
- Memberi keamanan bagi pemanjat lain
C. Macam – macam Pemanjatan
a. Artificial Climbing
Adalah olah raga yang dilakukan pada tebing-tebing dengan tingkat kesulitan yang tinggi dengan bermodalkan alat yang diselipkan pada celah-celah batu atau memanfaatkan pengaman alam (natural anchor).
Artificial climbing ini dimana alat benar-benar digunakan sebagai penambah ketinggian disampin sebagai pengaman pemanjatan.
b. Top Roof
c. Sport Climbing
Adalah pemanjatan dimana pengaman sudah terpasang tinggal kita memasang tali pengaman pada jalur yang sudah ada namanya.
d. Free Climbing
Pada prinsipnya hampir sama dengan pemanjatan artificial hanya dalam free climbing alat digunakan hanya sebagai pengaman saja sedangkan untuk menambah ketinggian menggunakan pegangan tangan dan friksi (gaya gesek) kaki sebagai pijakan.
Alat-alat yang diguanakan dalam pemanatan artificial
1. Tali carmentel
Biasanya yang digunakan adalah tali yang memiliki tingkat kelenturan atau biasa disebut dynamic rope. Secara umun tali di bagi menjadi dua macam yaitu :
a. Static
Mempunyai daya lentur 6% – 9%, digunakan untuk tali fixed rope yang digunakan untuk ascending atau descending. Standart yang digunakan adalah 10,5 mm.
b. Dynamic
Mempunyai daya lentur hingga 25%, digunakan sebagai tali utama yang menghubungkan pemanjat dengan pengaman pada titik tertinggi.
2. Harnest adalah alat pengikat di tubuh sebagai pengaman yg nantinya dihubungkan dengan tali.
3. Carabiner adalah cincin kait yg terbuat dari alumunium alloy sebagai pengait dan dikaitkan dg alat lainnya.
? carabiner srew gate
? carabiner non screw gate
4. Helmet adalah pelindung kepala yg melindungi kepala dari benturan dari benda-benda yang terjatuh dari atas.
5. Descender, peralatan yg digunakan untuk meniti tali ke atas dan peralatan tambahan, untuk meniti tali kebawah serta mengamankan leader disaat membuat jalur, biasanya yg sering digunakan adalah figure of eight dan auto stop.
6. Ascender, peralatan yg digunakan untuk meniti tali ke atas dan secara otomatis akan mengunci bila dibebani. Jenis yang digunakan biasanya jumar dan croll
7. Grigri, alat ini digunakan untuk membelay, alat ini mempunyai tingkat keamanan yg paling tinggi karena dapat membelay dengan sendirinya.
8. Sepatu Panjat, sbg pelindung kaki dan mempunyai daya friksi yg tinggi sehingga dpt melekat di tebing. Jenisnya sendiri yang sering digunakan adalah soft (lentur/fleksibel) dan hard (keras)
9. Calk bag, sebagai tempat MgCo3 (Magnesium Carbonat) yg berfungsi agar tangan tdk licin karena berkeringat sehingga akan membantu dalam pemanjatan.
10. Hammer, berfungsi untuk menanamkan pengaman dan melepaskan kembali, biasanya yg diapakai jenisnya ringan dan mempunyai kekuatan tinggi dan ujungnya berfungsi mengencangkan mur pada saat memasang hanger.
11. Webbing, peralatan panjat yg berbentuk pipih tidak terlalu kaku dan lentur.
12. Prusik, merupakan jenis tali carmentel yg berdiameter 5-6 mm, biasanya digunkan sbg pengganti sling runner dan juga dpt digunakan untuk meniti tali keatas dengan menggunakan simpul prusik.
13. Pulley, mirip katrol, kecil dan ringan tetapi memiliki kemampuan dalam beban yg berat.
14. Handdrill, merupakan media untuk mengebor tebing secara manual, yg berfungsi untuk menempatkan pengaman berupa bolt serta hanger.
Artificial ancor:
1. Paku Piton
Merupakan pengaman sisipan yg berguna sebagai pasak.
2. Stopper
Digunakan untuk celah vertical yg menyempit kebawah dengan prinsip kerja menjepit celah membentuk sudut atau menyempi
3. Sky Hook
Sebagai pengaman sementara dengan prinsip kerja menyisipkan ujung sky hook pada celah bebatuan dan harus terbebani, usahakan meminimalkan gerak.
4. Ramset dan Hanger
Satu set peralatan dalam artificial climbing yg berfungsi untuk menanamkan bolt dan kemudian digabungkan dengan hanger sehingga menjadi pengaman tetap.
5. Friend
Pengaman yg diselipkan pada celah batu dengan bermacam ukuran. Friend ada 2 macam :
- Regular Friend
Terbuat dari allumunium alloy dan mempunyai kelemahan yaitu berbentuk static/tidak mempunyai kelenturan. Alat ini bekerja dengan baik dicelah overhang.
- Fleksibel Friend
Bentuknya sama dengan regular friend hnya mempunyai kelebihan terbuat dari kawat baja yg menjadikan friend ini sangat fleksibel, dan dapat dipasang disemua celah dan segala posisi.
6. Hexa
Prinsip kerja sama dengan stopper hanya berbeda pada bentuk round (bulat) dan hexagonal (segi enam).
7. Chocker
Alat bantu yg berfungsi untuk melepaskan hexa atau stopper yg terkait di celah batu.
8. Etrier/tangga gantung &daisy chain
- Etrier : alat yg terbuat dari webbing yg menyerupai tangga untuk membantu menambah ketinggian.
- Daisy chain : terbuat dari webbing, berfungsi untuk menambah ketinggian serta menjaga apabila etrier jatuh.
D. SIMPUL
1. Simpul untuk penambat
• Overhand Knot
Untuk mengakhiri pembuatan simpul sebelumnya. Toleransi terhadap kekuatan tali akan berkurang sebesar 40%.
• Clove hitch knot
Untu mengikat tali pada penambat yg fungsinya sebagai pengaman utama (fixed rope) pada anchor natural dsb. Toleransi terhadap kekuatan tali akan berkurang sebesar 45%.
• Italian hitch knot
Untuk repeling juka tidak ada figure eight atau grigri. Toleransi terhadap kekuatan tali akan berkurang 45%.
• Butterfly knot
Untuk membuat ditengah atau diantara lintasan horizon. Bisa juga digunakan untuk menghindari tali yang sudah friksi. Toleransi terhadap kekuatan tali 50%.
• Figure of eight knot
Untuk pengaman utama dalam penambatan dan pengaman utama yang dihubungkan dengan tubuh atau harnest. Toleransi 55% – 59%.
• Eight on bight knot
Untuk pengaman utama dalam penambat pada dua anchor. Toleransi 68%.
• Bowline knot
Untuk pengaman utama dalam penambatan atau pengaman utama yang dihubungkan dengan penambat atau harnest. Toleransi 52%.
• Simpul two in one
Simpul ini biasanya digunakan sebagai penambat pada anchor natural saat cleaning, yaitu ketika pemanjat selesai dan turun dari tebing tanpa meninggalkan alat.
• Fisherman Knot
Untuk menyambung 2 tali yang sama besarnya dan bersifat licin. Toleransi 41% – 50%

Bersahabat dengan Tebing & Dinding


MENANTANG, Untuk menaklukan medan yang berat, seorang pemanjat tebing harus menguasai teknik dan butuh persiapan fisik. Di Indonesia panjat tebing/dinding terus diminati. Bahkan, aktivitas ini telah menjadi tren sekaligus olahraga tantangan yang didominasi generasi muda. Persiapan apa saja yang diperlukan?

KETINGGIAN dianggap sebagai sesuatu yang mengerikan oleh sebagian besar masyarakat. Namun, penggila panjat tebing/ dinding (rock climbing) menganggap ketinggian merupakan sesuatu yang dapat dijadikan objek untuk merangsang adrenalin mereka melalui aktivitas memanjat.

Anggota Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) Divisi Rock Climbing Dadang Sukandar mengungkapkan, panjat tebing merupakan bagian dari pendakian gunung (mountaineering). Mountaineering mengharuskan pendaki menaiki dan menuruni perbukitan.

Semakin tinggi jalur pendakian, semakin curam juga tebing yang harus didaki.Secara otomatis,dia menuturkan, dibutuhkan pula teknik-teknik yang lebih spesifik, salah satunya adalah teknik memanjat. Panjat tebing dapat diartikan sebagai pendakian pada tebing-tebing batu atau dinding karang yang membutuhkan peralatan, teknik, dan metode- metode tertentu.

Pada perkembangannya, aktivitas ini terbagi dua. Dadang menjelaskan, dilihat dari kategorinya, aktivitas memanjat dapat dibagi dua bagian, yakni panjat tebing (adventure climbing) dan panjat dinding (sport climbing). Adventure climbing merupakan aktivitas yang dilakukan dengan tujuan untuk pertualangan. Media aktivitasnya meliputi tebing-tebing di alam terbuka.

Adapun sport climbing dilakukan di media dinding atau papan buatan. Aktivitas ini biasanya dilakukan untuk menjaga stamina dan kebugaran tubuh dan lebih sering dikompetisikan. Bukan berarti adventure climbing tidak bertujuan untuk menjaga stamina tubuh. Terlepas dari teknik dan metodenya,dibandingkan panjat tebing, memanjat dinding buatan relatif lebih mudah.

Dinding buatan biasanya didirikan di lokasi-lokasi keramaian, seperti kampus, mal atau pusat olahraga. Kondisi ini berbeda dengan panjat tebing, seorang pemanjat harus melakukan perjalanan panjang untuk mencapai kaki tebing sebelum melakukan pemanjatan. Tak jarang, base camp pemanjatan harus dicapai setelah melakukan perjalanan selama beberapa hari. Terlepas dari perbedaan di atas, baik panjat tebing maupun panjat dinding telah menjadi aktivitas yang populer di masyarakat, khususnya kalangan remaja.

Bagi generasi muda, aktivitas ini merupakan kegiatan positif dan konstruktif. Melalui kegiatan ini,kita dapat menggali seperangkat nilai positif yang berpotensi untuk dikembangkan, antara lain pembentukan watak dan karakter, kepribadian, memupuk jiwa sportif, dan penuh semangat juang, serta sebagai sarana alternatif untuk penyaluran bakat dan prestasi.

Selain itu, aktivitas ini juga baik untuk terapi khusus bagi mereka yang selama ini takut terhadap ketinggian. Dengan berlatih, lambat laun ketakutan akan ketinggian sedikit demi sedikit dapat dihilangkan. Ukuran kesuksesan panjat tebing/dinding ini adalah berhasil mencapai puncak tanpa terjatuh.

Namun “seni” panjat tebing/dinding ini adalah menyelesaikan masalah di saat pemanjat menempatkan tubuh, mencengkeram pegangan, dan memijakkan kakinya agar tidak terjatuh. Jika aliran gerak tubuh ini meliuk lancar, maka mereka yang di bawah akan melihatnya sebagai suatu tarian vertikal yang seakan menentang gaya tarik bumi.

Butuh Persiapan Fisik dan Mental

Semua orang bisa saja melakukan olahraga menantang ini. Tidak ada syarat khusus bagi seorang pemanjat.Meski demikian, sebagai aktivitas yang ekstrem dan penuh tantangan, panjat tebing atau panjat dinding memerlukan keberanian, keterampilan, persiapan mental, dan fisik yang prima.Tanpa mental yang baik, seseorang tidak dapat menikmati pencapaian di ketinggian yang antigravitasi ini.

Anggota Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bogor Wahyu Indrawan mengatakan, secara umum ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum melakukan panjat tebing/ dinding. Pertama adalah perlunya latihan yang dilakukan secara rutin. Kedua, penguasaan medan dan perlengkapan. ”Seperti halnya olahraga lainnya, panjat tebing juga memerlukan persiapan fisik, selain mental,” ungkap Wahyu. Fisik yang tidak prima akan menghambat proses pemanjatan.

Agar pemanjatan berjalan sukses, seorang pemanjat tebing perlu latihan agar stamina dapat tetap terjaga. Aktivitas ini tidak hanya bertumpu pada bagian kaki dan tangan. Seluruh otot yang terdapat di dalam tubuh akan bekerja sama beratnya dengan otot-otot kaki dan tangan. Persiapan fisik terbaik adalah melakukan angkat badan. Sebelumnya perlu juga dilakukan lari-lari kecil dan senam untuk memperkuat jantung dan paru-paru.

Hal yang tak kalah pentingnya adalah melatih otot jari dan lengan, otot pundak dan pangkal lengan. Karena kunci kesuksesan pemanjat dalam menyelesaikan jalur tanpa jatuh adalah kekuatan jari mencengkeram pegangan. Selain mengandalkan kekuatan fisik dan otot, aktivitas ini juga memerlukan strategi. Di dalam menyelesaikan satu rute pemanjatan, diperlukan otak untuk mengatur strategi agar puncak lebih mudah dan lebih cepat diraih.

Selain persiapan fisik dan latihan,Wahyu menambahkan, hal lain yang perlu diperhatikan sebelum memanjat adalah perlu mengetahui karakteristik tebing atau dinding tersebut sebagai jalur pemanjatan. ”Cari informasi, apakah jalur itu sudah pernah dipanjat atau belum,tingkat kesulitannya seperti apa, karena hal ini akan berpengaruh pada peralatan yang dibawa. Jika jalur tersebut belum pernah dipanjat, tentunya memerlukan peralatan yang lebih spesifik lagi,” ungkapnya.

Berkembang Bersama Pendakian Gunung

ImagePANJAT tebing atau panjat dinding tak lepas dari kegiatan pendakian gunung (mountaineering). Di saat mereka mencapai ketinggian tertentu, maka akan dibutuhkan teknikteknik pendakian khusus dengan cara memanjat.

Kegiatan mendaki gunung yang dibarengi teknik memanjat sebenarnya telah dilakukan manusia sejak berabad-abad lalu. Sejarah mencatat ketika pada 1786 Dr Paccard berhasil mencapai puncak Mount Blanc (4.087 meter dpl). Pada masa itu pendakian dan panjat tebing sudah menjadi hobi atau olahraga.

Selanjutnya, puncak-puncak pegunungan Alpen yang dikenal sebagai puncak yang hanya dapat didaki mempergunakan teknik- teknik memanjat tebing, mulai didaki orang. Hingga akhirnya, Edmunt Hillary dan Tenzing Norgay dalam suatu ekspedisi yang dipimpin John Hunt pada 1953 berhasil memuncaki Everest, sebuah puncak yang menjadi impian para pendaki di dunia.

Untuk mencapai puncak,mereka harus memanjat tebing. Sama halnya di Indonesia, panjat tebing seiring dengan berkembangnya teknik mendaki. Klub Gladian Pencinta Alam pada sekitar 1975 melakukan pertemuan dengan para pencinta alam di Gunung Citatah, Padalarang, Jawa Barat, mulai mengajarkan teknik panjat dan turun tebing.

Satu tahun kemudian, seorang mahasiswa Seni Rupa ITB Harry Suliztiarto memperkenalkan panjat tebing di tempat yang sama. Kegiatan ini kemudian menjadi tonggak sejarah berdirinya organisasi alam bebas yang mengkhususkan pada kegiatan memanjat. Bersama tiga rekan sesama mahasiswa ITB, ia mendirikan Skygers Amateur Rock Climbing Group.

Seiring perkembangannya, Skygers mulai membuka kursus panjat tebing yang disambut antusiasme para pemanjat dari berbagai provinsi dan berhasil menyebarluaskan olahraga panjat tebing di Indonesia. Pada 1980 panjat tebing memasuki era baru, pada masa ini kegiatan ini bukan lagi bersifat petualangan, tetapi telah menjadi olahraga prestasi. Perkembangan ini dimulai saat digelar lomba panjat tebing alam di tebing Pantai Jimbaran, Bali, pada 1987.

Kemudian pada 1988,empat pemanjat asal Prancis memperkenalkan panjat tebing buatan (wall climbing) di Indonesia, yang didukung dan diprakarsai oleh Menpora dan Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia. Pada kesempatan tersebut dibentuk pula wadah sebagai tempat menyalurkan aspirasi dan hobi kegiatan panjat tebing di Indonesia, dengan nama Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Ketuanya adalah Harry Suliztiarto– pemanjat legendaris yang sempat merayapi atap Planetarium Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Pada 1990, untuk pertama kalinya diadakan lomba panjat dinding buatan, dengan tinggi papan 15 meter yang menjadi awal sejarah dimulainya lomba panjat tebing buatan di Indonesia sampai saat ini. Sejak persentuhan tersebut, panjat dinding terus berkembang. Tiap tahun popularitasnya menunjukkan grafik yang menaik.

Dari Pulau Jawa, kegiatan ini menyebar ke berbagai daerah. Pada 1991, digelar kejuaraan nasional panjat dinding yang pertama di Padang, Sumatera Barat. Sebelumnya ada kejuaraan dan diikuti pemanjat se-Indonesia, tetapi julukannya belum lagi kejuaraan nasional dan diselenggarakan di Jawa dan Bali saja.

Menyiasati Peralatan Mahal

ImageUNTUK melakukan hobi ini diperlukan beberapa peralatan khusus yang wajib dipakai selama pemanjatan. Anggota Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) Divisi Rock Climbing Dadang Sukandar mengatakan, peralatan wajib yang diperlukan adalah tali kermantle, pasak atau paku tebing, sisi pegas, figure of 8 (descender), Gri-gri, carabiner screw gate, carabiner gate, carabiner bent gate, serta runner (dua carabiner gate dan bent gate yang disatukan dengan memakai quickdraw sling).

Namun, untuk para pemanjat pemula, alatalat tersebut tidak semuanya harus dimiliki.Paling tidak, mereka bisa memiliki webing, harness, dan sepatu sebagai peralatan awal memanjat. Peralatan tambahan lainnya adalah chalk bag dan magnesium karbonat yang berfungsi untuk menjaga tangan agar terhindar dari keringat. Setiap alat mempunyai kapasitas dan kekuatan yang terukur. Ada acuan angka yang menunjukkan kesanggupan alat untuk menahan beban.

Sebagai contoh, carabiner (cincin kait) sanggup memikul beban sampai 2.500 kg atau harness (pengaman tubuh) dengan kekuatan 1.500 kg. Dadang melanjutkan, karena olahraga ini disertifikasi tingkat keamanannya, peralatan yang diperlukan harus disesuaikan pula dengan keamanan si pemanjat. Selain itu, di Indonesia sendiri belum banyak perusahaan yang memproduksi peralatan panjat ini sehingga sebagian besar masih harus diimpor.

Hal ini menyebabkan harga peralatan tersebut menjadi mahal. Anggota Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bogor Wahyu Indrawan mengatakan, untuk harness saja dapat mencapai harga Rp600.000–Rp700.000, sedangkan tali kermantle per 50 meter mampu mencapai harga Rp1,2 juta–Rp1,5 juta.“Khusus untuk sepatu panjat, sudah banyak beredar sepatu panjat buatan lokal seperti dari Bandung atau Surabaya,” ungkap Wahyu.

Untuk menyiasati harga peralatan yang tergolong tinggi, Dadang Sukandar menuturkan, biasanya alat-alat tersebut disiasati para pemanjat secara kolektif. “Di antara klub-klub pemanjat biasanya mereka patungan untuk beli alat,” ujar Dadang.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan

Image1.Dapatkan informasi yang up-to-date mengenai tebing dan lokasi pemanjatan jauh-jauh hari sebelum perjalanan dimulai.

2. Jika ada penutupan akses ke tebing panjat,jangan dilanggar dan cari tempat lain untuk dipanjat.

3. Gunakan jalan setapak yang sudah ada meskipun lebih jauh dan lebih lama untuk dicapai. Jangan membuat jalan pintas baru yang hanya akan mengakibatkan timbulnya erosi tanah.

4. Berkemahlah di tempat yang telah disediakan atau yang biasa digunakan.

5. Gunakan kapur magnesium seperlunya. 6.Turuti aturan, tradisi, etika kampung sekitar di mana kamu memanjat. Hormati kuncen/ kepala desa dan ramah-tamahlah dengan penduduk sekitar.

PUISI

Senandang layur
Senandang layur berkembang.
Bersyair dilahan padang.
Sejenak berangan dan melayang.
Meski tak berujung dengan selayang.
Ingin hati berangan – angan
Dan memulainya membayangkan
Ketika saat terucapkan
Hati ini terasa tertembakkan.
Bimbang saat – saat menerimanya
Bimbang juga saat menolaknya.

 Cinta Bersayap
Cinta biarkan semua ini terbiasa.
Dengan sapaan yang sementara.
walau tak tersedia dan terlewatkan.
Biarkan terlena dan terbujukkan.
Oleh risalah-risalah cinta.
Dalam semua sandiwaranya.
Walau terandai dalam sekelip mata.
Pesan-pesan berterbang diangkasa.
Dengan ikatan palsu bertahta.
Sampai terpuruk dan berakar dalam hati.
Dan terlarutkan dalam Khalifah-khalifah hati.

INGAT ALLAH
Terbentang jalan yang panjang.
Melenahkan setiap perjalanan.
Dengan segala cobaan menantang.
Jika tak kuat akan terlemparkan.
Makin larut makin petang.
Semakin singkat perjalanan.
Jangan melupa pada yang halig.
Jika mau terselamatkan.

CINTA TERBIAR
Cinta biarkan semua ini terbiasa.
Dengan sapaan yang sementara.
walau tak tersedia dan terlewatkan.
Biarkan terlena dan terbujukkan.
Oleh risalah-risalah cinta.
Dalam semua sandiwaranya.
Walau terandai dalam sekelip mata.
Pesan-pesan berterbang diangkasa.
Dengan ikatan palsu bertahta.
Sampai terpuruk dan berakar dalam hati.
Dan terlarutkan dalam Khalifah-khalifah hati


MENYAMBUT MIMPI
semilir hembusan angin.
membius ketangguhan mata.
mengiring kita ketempat keabadian.
Dan segera melemahkan mata.
Menyambut mimpi2 indah.
"duhai pujaan hati terlelaplah".

Lebaran
 Tebing tinggi dapat didaki.
Dendam dihati bisa dijajaki.
Saatnya Hari raya Idul fitri.
Bersihkan hati ini.
Dari amarah dan dengki.
Dengan silahturahmi.
Saling berjabat tangan dengan tulus hati.
Minal Aizin Wal Faizin.
Mohon maaf lahir dan batin.




MENYIKAPI BERKENDARA ANAK DIBAWAH UMUR

Ditulis oleh : Rahmad
             
NIM : A01213086
              Semester : 1
              Kelas : C



Indonesia telah diingatkan kembali peran orang tua untuk lebih optimalkan perhatiannya terhadap anak dibawah umur 17 tahun untuk tidak memberikan izin berkendara dengan kondisi single atau harus didampingi. Sehingga akhir – akhir ini polisi lebih meningkatkan lagi tetang peraturan dan undang – undang lalu lintas pasal 310, yang menerangkan berkendara anak dibawah umur. Itu terjadi setelah ada contoh kasus terjadinya kecelakaan yang menimpa anak dari musisi kondang Indonesia Ahmad dhani yaitu anak bungsungnya bernama Abdul Qhodir Jaelani (AQJ) mengalami kecelakaan maut di jalan tol Jagorawi dikawasan cibubur Jakarta Timur pada tanggal 8 September 2013 kemarin. Yang mengorbankan 7 orang luka – luka dan 8 orang tewas seketika. Kecelakaan yang dinilai sangat tragis, sehingga menjadi sorotan banyak pihak. Mulai dari Polisi, Dinas transportasi, orang tua bahkan para anak dibawah umur.
Sehingga mulai dari kejadian tersebut para penegak hukum lalu lintas lebih menegaskan di pengadilan jalan raya terhadap anak dibawah umur. Baik itu dijalanan kota sampai jalanan daerah. Para penegak keadilan lalu lintas bertindak tegas. Pemerintah menghimbau kepada orang tua lebih memperhatikan anak dibawah umurnya untuk tidak berkendara sendiri. Baik itu kendaraan berroda dua maupun roda empat.
Tetapi penegakkan peraturan itu juga ada dampak negatifnya yaitu terbatasnya para generasi muda untuk berorentasi dijalan raya, tidak teroptimalkan mobilitas keamanan waktu dijalan raya. Dan lagi pula para orang tua juga terpautkan oleh faktor akurasi waktu dan faktor akurasi finansial. Dimana orang tua bisa mengoptimalkan akurasi waktu terhadap anak dibawah umurnya. Orang tua juga kebimbangan akurasi waktu antara mengantarkan anaknya kesekolah dengan kegiatan yang beragam, entah itu kegiatan kerjanya, atau kegiatan yang lain. Kalau dari faktor finansial, orang tua juga menganggap dengan jalur memberikan anak dibawah umurnya berkendaranya sendiri bisa menghemat biaya dari pada menaiki angkotan umum. Sehingga tidak banyak orang tua merujukkan ke arah memberikan izin untuk anaknya bisa berkendara sendiri. Lagi pula juga ada faktor yang lebih diperhatikan juga tentang faktor keamanan saat menggunakan angkutan umum, tidak dipungkiri juga akhir – akhir ini banyaknya kejahatan yang banyak bahkan merajarela di angkotan umum. Mulai dari kecelakaan dikarenakan sopir angkotan yang ugal – ugalan untuk kejar setoran, belum lagi kasus pelecehan seks, dan ada lagi kasus pembajakkan. Kasus – kasus tersebut juga mempertimbangkan sehingga para orang tua merujukkan berkendara sendiri.
Dampak positif dari penegasan peraturan anak dibawah umur berkendara single tanpa orang tua. Yaitu meminimalkan kecelakaan disemua aspek, dan juga melestarikan generasi muda atau penerus bangsa ini dari segi mentalitas dan segi fisik. Tidak kita pungkiri juga bahwa kalau masih muda jiwanya masih labil sehingga bisa menimbulkan gejolak atau naluri memacu cara berkendara. Dengan itu para generasi muda ini bisa terjaga mentalitasnya dari negatif ke positif. Dan fisiknya pun terjaga dari efek kecelakaan maupun waktunya berkendara.
Seharusnya pemerintah tidak terfokuskan oleh berkendaraan anak dibawah umur, tetapi harus memperhatikan juga jalur – jalur pengguna jalan kaki, pengguna roda dua, dan pengguna roda empat atau lebih. Dikarenakan para pengguna jalan raya bukan hanya anak dibawah umur 17 tahun saja, tetapi banyak umur yang sebagai penggunanya. Harapan saya pemerintah bisa mengapresiasikan tentang pembatas atau pemisah antara jalur pengguna jalan kaki, roda dua, roda empat bahkan lebih.

Selasa, 01 Oktober 2013

ILMU SHARAF 1




Makna wazan   
فَا عَلَ

يُنْقَلُ الثَّلَاثِى اْلمُجَرَّدُ اِلَى وَزْنِ " فَاعَلَ " بِزِيَادَةِ اْلأَلِفِ بَعْدَ اْلفَاء


Makna wazan فَا عَلَ ( dengan tambahan alif setelah nya fa’ fi’il ) untuk menunjukan faidah atau arti sebagai berikut :


1. لِلْمُشَارَكَةِ بَيْنَ اثْنَيْنِ ( وَاْلُشَارَكَةُ اَنْ يَفْعَلَ اَحَدُحُمُا مَا يَفْعَلُهُ الْأَ خَرُ حَتَّى يَكُوْنَ كُلٌّ مِنْحُمَا فَاعِلاً وَمَفْعُوْلاً) نَحْوُ ضَارَبَ زَيْدٌ وَعَمْرٌ


1.Untuk menunjukkan arti musyarokah diantara dua orang ( persekutuan dua orang dalam pekerjaan).
Musyarokah adalah : salah satu dari dua orang mengerjakan sesuatu yang dikerjakan pula oleh salah satu yang lainnya, sehingga setiap dari mereka berstatus fa’il (pelaku) dan maf’ul(sasaran pelaku).

Contoh : ضَرَ بَ زَيْدٌ عَمْرٌا  (Saling memukul antara Zaid dan Amer) sehingga status Zaid memukul (fa’il) dan dipukul (maf’ul) begitu juga yang di alami oleh Amer.

2. وَلِمَعْنَى "فَعَّلَ" الَّتِى لِلتَّكْثِيْرِ نَحْوُ ضَاعَفَ الُّله بِمَعْنِى ضَعَّفَ


2.Untuk menujukkan arti sebagaimana faidah wazan  فَعَّلَ yakni, memperbanyak pekerjaan.
Contoh :
 ضَا عَفَ الُّله ضَعَّفَ ( Allah melipat – lipat gandakan ).


3وَلِمَعْنَى " أفْعَلَ" اَلَّتِى الِتَّعْدِيَةِ نَحْوُ عَافَك الُّله أىْ أعَفَاكَ .


3.Untuk menujukan arti sebagaimana faidah wazan اَفْعَلَ  yakni, memuta’adikan fi’il lazim.
Contoh :
 فَكَ الُّله بِمَعْنَى أَعْفَا كَ الُّله عَا  (Allah mengampunimu).
Tsulatsinya lafadz
عا فاك itu lazim, berupa lafadz  عف ا lafadz  عف ا bisa dimut’addikan dengan penambahkan” hamzah” dan bisa juga dengan huruf “jer” عن

Contoh :  عفا اللّه عنك ( Allah telah mengampunimu).

4.وَلِمَعْنَى "فَعَلَ" المُجَرَّدِ نَحْوُ سَافَرَ زَيْدٌ وَقَاتَلَهُ الُّله وَبَارَكَ الُّله فِيْكَ


4.Untuk meninjukan arti sebagaimana wazan  فَعَلَ  yang mujarrod , maksudnnya wazan  فَعَلَ  yang mujarrod , maksudnya wazanفَا عَلَ  menujukan makna sebagaimana fi’il mujarrodnya.


Contoh : قَا تَلَهَ الُلّه اَىْ الُلّه  (Allah telah membunuhnya).
 سَا فَرَ زَيْذٌ أَىْ سَفَرَ زَيْذ             (Zaid telah bepergian).
 بَا رَكَ الُلّه اَىْ بَرَ كَ الُلّه            (Semoga Allah memberi berkah ).

ILMU SHARAF 2



Makna wazan   
"  فَعَّلَ  "


يُنْقَلُ الثُّلَاثِى الْمُجَرَّدُ اِلَى وَزْنِ " فَعَلَ " بِزِ ياَدَةِ التَّضْعِيْفِ

Makna wazan ” فَعَّلَ  “ (dengan tambahan tasydid pada ain fi’ilnya) untuk menunjuk faidah atau arti sebagai berikut :

1 لِلتَّعْدِيَةِ نَحْوُ فَرَّحَ زَيْدٌ عَمْرًا فَإِنَّ مُجَرَّدَهُ لاَزِمٌ    .

1.Untuk menunjukkan arti ta’diyyah ( menjdaikan fi’il lazim menjadi fi’il muta’)
Contohnya:
فَرَّ حَ زَ يْدٌ عَمْرًا    )zaid membahagiakan amer ) karena fi’il tsulatsi mujaarrodnya  فَرَّحَ itu lazim. Seperti dalam contoh  :فَرَّ حَ زَيْدٌ (amer gembira ).

2. وَلِلدِّلاَلَةِ عَلَى التَّكْثِيْرِ نَحْوُ قَطَّعَ زَيْدٌ اَلْحَبْلَ اَىْ جَعَلَهُ قَطْعًا كَثِيْرًا

2.Untuk menunjukkan arti memperbanyakkan pekerjaan
Contohnya :
قَطْعَ زَ يْدٌ اَلْحَبْلَ  ( Zaid memotong – motong tampar ) yakni Zaid menjadikan tampar terpotong – potong menjadi banyak.

3. وَلِنِسْبَةِ الْمَفْعُوْلِ اِلِى اَصْلِ الْفِعْلِ نَحْوُ كَفَّرَ زَيْدٌ عَمْرًا اَىْ نَسَبَهُ اِلَى اْلكُفْرِ

3.Menunjukkan arti bahwa fail menghukumi maf’ul dengan asalnya fi’il atau fail menamai maf’ul dengan asalnya fi’il.
Contoh :  كَفَّرَ زَيْدٌ عَمْرًا  ( Zaid menghufurkan / menganggap kufur pada amer ) yakni , Zaid menganggap amer / menghukumi amer kufur. Asal fi’il dalam contoh ini adalah ( kufur ).

4. وَلِسَلْبِ أَصْلِ الْفِعْلِ مِنَ الْمَفْعُوْلِ نَحْوُ قَشَّرَ زَيْدٌ الرُّ مَانَ اى نَزَعَ قَشَّرَهُ

4.Untuk menujukan arti menhilangkan asal fi’il dari maf’ul.
Contoh :
قَشَّرَ زَيْدٌ اَلرُّمَا نَ اَيْ نَزَ عَ قَشَرُ ه  ( Zaid menguliti buah delima ) yakni, Zaid mengupas kulit delima . Asal fi’il dalam contoh ini adalah (kulit).

5. وَلاِتَخَا ذِ الْفِعْلِ مِنَ اْلأِسْمِ نَحْوُ خَيَّمَ الْقَوْمُ اَىْ ضَرَبُوْا الْخِيَامَ

5.Menujukkkan arti mencetakkalimat fi’il dari isim, yang mana pencetakan ini menujukkan arti membuat atau mendirikan.
Contoh :
 خَيَّمَ الْقَوْمُ اَىْ ضَرَ بُوا اَلْخِيَا مَ (kaum mendirikan/ membuat tenda )

Catatan :
 
 Asal fi’il yaitu : suatu lafadz yang menjadi bahan dari fi’il, adakalahnya berupa masdar seperti asal fi’ilnya كَفَرَ  yaitu كُفْرٌ